Persibara.com – Drama penentuan terjadi di Grup F Liga 4 Jawa Tengah. Persibara Banjarnegara harus mengakhiri langkahnya lebih awal setelah gagal mengamankan tiket ke babak 16 besar, meski selisih poin dengan zona lolos terbilang tipis.
Pada pertandingan terakhir fase grup, Rabu (21/1/2026), Laskar Dipayudha menelan kekalahan 0-1 dari Persak Kebumen. Hasil tersebut membuat Persibara menutup klasemen akhir Grup F di posisi terbawah dengan raihan tujuh poin dari enam laga.
Kekalahan ini sekaligus memupus peluang Persibara untuk bersaing lewat jalur peringkat tiga terbaik. Padahal, secara hitung-hitungan, kans lolos masih terbuka hingga laga pamungkas dimainkan.
Sementara itu, hasil mengejutkan justru ditorehkan Persikama Kabupaten Magelang. Tim yang tidak banyak dijagokan sejak awal kompetisi sukses mengamankan tiket 16 besar setelah meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kendal di kandangnya. Tambahan tiga poin membuat Persikama mengoleksi delapan poin dan finis di peringkat ketiga Grup F.
Persak Kebumen sendiri tampil konsisten dan memastikan diri sebagai juara grup dengan torehan 10 poin, disusul Persik Kendal di posisi kedua dengan sembilan poin. Dengan komposisi tersebut, Persibara harus rela tersingkir karena tujuh poin yang dikumpulkan belum cukup untuk bersaing di papan tengah klasemen peringkat tiga terbaik.
Sebagai informasi, Liga 4 Jawa Tengah musim ini diikuti 26 tim yang terbagi ke dalam tujuh grup. Dua tim teratas dari masing-masing grup otomatis melaju ke fase gugur, ditambah dua tim terbaik dari peringkat tiga. Namun, penilaian peringkat tiga terbaik hanya diberlakukan untuk grup yang berisi empat peserta, sehingga Grup D dan G tidak masuk dalam perhitungan.
Dari lima tim peringkat tiga yang memenuhi syarat, Persikaba Blora dan Persikama Magelang akhirnya menjadi dua tim yang berhak melangkah ke babak 16 besar.
Pada laga penentuan di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo, Persak Kebumen memastikan kemenangan atas Persibara melalui gol cepat kapten tim, Wisnu Nugroho, pada menit ke-12. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan dan bertahan hingga laga usai.
Manajer Persak Kebumen, Arif Budiman, menyebut ketatnya persaingan di Grup F sebagai tantangan tersendiri. Menurutnya, selisih poin yang tipis membuat setiap pertandingan memiliki bobot krusial.
Dengan hasil ini, Persak Kebumen berhak melangkah ke babak 16 besar dan bersiap menghadapi fase gugur, sementara Persibara harus menjadikan kegagalan ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh untuk kompetisi selanjutnya.

