History

Nama PERSIBARA digulirkan sejak tahun 1989 yang merupakan singkatan dari PERSATUAN SEPAKBOLA INDONESIA BANJARNEGARA, nama ini mengantikan nama PSIBa yang telah ada sejak tahun 1969. Sejak kemunculannya prestasi klub asal kota dawet ayu ini mengalami pasang surut prestasi di kancah sepak bola Jawa Tengah. Tahun 2001 dengan konsep pembinaan yang lebih baik, prestasi klub ini mulai bisa berbicara di kancah regional Jawa Tengah. Prestasi ini mulai di toreh dengan masuknya Tim PERSIBARA Yunior yang tak pernah absen dari 6 Besar Jawa Tengah. Dari sinilah sepakbola Kota Dawet Ayu mulai disegani dari daerah-daerah lain, Gelar Runner Up PORDA Jawa Tengah 2001 diraih anak-anak asli Kota berwaduk PANGLIMA JENDRAL SOEDIRMAN-Mrica Banjarnegara. Tahun 2008 ini prestasi Klub yang memiliki Dataran Dieng ini-pun menancapkan kembali kibaran presatsi sebagai Juara-1 Divisi III Pengda PSSI Jawa Tengah yang berhak melaju ke Putaran Nasional Zona Jawa untuk KALI YANG PERTAMA dalam sejarah sepakbola Banjarnegara.

Persibara Banjarnegara, mungkin di kancah persepakbolaan nasional adalah tim antah berantah yang tidak di ketahui jejaknya. Tapi menilik beberapa tahun kebelakang, prestasi tim ini tidak bisa dianggap sebelah mata di region Jawa Tengah. Runner up porda Jawa tengah tahun 2001 dan Juara Piala Suratin region Jawa Tengah tahun 2008 adalah buktinya. Tetapi pasca itu seakan prestasi tim kebanggaan masyarakat Banjarnegara itu kian tenggelam. Divisi III nasional pun seakan akrab dengan Persibara, terlampaui oleh tim dari kabupaten-kabupaten tetangga seperti PSCS Cilacap dan Persitema Temanggung di Divisi Utama, Persibangga Purbalingga dan Persibas Banyumas di Divisi I.

Miris tentunya melihat prestasi Persibara Banjarnegara yang jalan di tempat, padahal pemain-pemain dari Kabupaten Banjarnegara sangat berbakat dan pantas bermain di level yang tinggi di kancah persepakbolaan nasional. Sebagai buktinya jika ada turnamen terbuka di sekitar eks karisidenan banyumas, boleh dibilang tim-tim dari Kabupaten Banjarnegara adalah langganan juara. Lalu siapa yang salah ? Tidak perlu saling menyalahkan, yang terpenting adalah bagaimana usaha dan kerja keras semua elemen masyarakat Banjarnegara. Fasilitas ? Stadion baru sudah ada, dan setiap tahunnya diperbaiki segala kekurangannya. Pembinaan yang lebih intensif terhadap bibit-bibit muda calon pesepakbola masa depan tentu harus digalakan lagi, melalui SSB-SSB yang berkualitas tentu bakat-bakat tersebut akan terasah dengan baik dan benar. Lalu kompetisi-kompetisi internal yang dikelola dengan baik juga harus lebih digerakan lagi karena ini merupakan ajang bagi para pemain untuk menunjukan dirinya, semakin banyak kompetisi akan semakin baik. Kompetisi yang berjenjang dari usia 10 tahun hingga usia sebelum memasuki usia 23 tahun, sebagai gambaran kompetisi internal di Kabupaten Banjarnegara saat ini mati suri dan POPDA ( Pekan Olahraga Pelajar Daerah ) untuk cabang sepakbola tingkat SMA pun ditiadakan sejak lama, karena terakhir ada adalah medio tahun 2000-an. Perlu orang-orang yang benar -benar profesional untuk menangani persepakbolaan Banjarnegara yang mati suri ini.

Di awal tahun ini kepengurusan Pengcab PSSI Kabupaten Banjarnegara sudah terbentuk, harapan dan cita-cita tentunya sudah dibebankan kepada mereka-mereka. Mulai dari nol, sedikit demi sedikit untuk mulai berkembang lagi. Dukungan dari Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Banjarnegara juga pasti sangat diperlukan. Jangan takut untuk berkembang dan maju karena Banjarnegara adalah kota kecil, nyatanya Lamongan yang juga kota kecil memiliki tim Persela Lamongan yang prestasinya bagus di kasta tertinggi persepakbolaan nasional dan digunakan sebagai penarik investor daerah. Maju Terus Banjarnegara dan Selamat Berjuang Persibara Banjarnegara !